Aspek
status
Dari aspek status, entrepreneur adalah
orang yang memulai bisnisnya sendiri dengan ide atau konsep baru. Entrepreneur bukan
hanya sekadar orang yang memiliki jiwa pengusaha tetapi juga merealisasikan
ide-idenya dengan membangun usahanya sendiri.
Sementara intrapreneur merupakan
orang yang hanya memiliki jiwa pengusaha saja, tetapi tidak merealisasikan
ide-idenya dengan membangun usaha sendiri. Seorang intrapreneur adalah
karyawan pada suatu perusahaan yang mempromosikan inovasi dan memperoleh
renumerasi sesuai dengan kesuksesan unit bisnis yang menjadi tanggung jawabnya.
Aspek wilayah kerja
Wilayah kerja seorang entrepreneur adalah di luar lingkup
perusahaan. Artinya, entrepreneur tidak
terikat dan bernaung pada perusahaan lain, tetapi pada perusahaannya sendiri.
Berbeda dengan intrapreneur yang
bekerja di dalam lingkup perusahaan yang terikat dengan aturan perusahaan yang
menaunginya. Seorang intrapreneur bekerja
dengan keterampilan kewirausahaannya guna mendorong inovasi di perusahaan
tempatnya bekerja.
Aspek tujuan
Entrepreneur dan intrapreneur berbeda
dari aspek tujuan. Seorang entrepreneur bekerja
dengan tujuan untuk berinovasi dan menciptakan sesuatu yang baru dari nilai
sosio-ekonomi.
Lain halnya dengan intrapreneur yang bekerja dengan tujuan
untuk meningkatkan kekuatan kompetitif dan pengakuan pasar terhadap perusahaan
tempatnya bernaung. Singkatnya, tujuan dari entrepreneur muncul dari keinginan dalam
diri untuk mewujudkan usaha yang inovatif dan kompetitif, sedangkan intrapreneur hanya
berusaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Aspek risiko
Dalam setiap langkah dan keputusan yang diambil berkenaan dengan upaya merealisasikan ide ke dalam bentuk suatu produk yang inovatif, entrepreneur memikul tanggung jawab dan menanggung risiko penuh atas setiap kegagalan atau kesuksesan yang dihasilkan.
Intrapreneur bekerja menggunakan kreativitas dan keterampilan
kewirausahaannya untuk menghasilkan suatu inovasi yang bermanfaat bagi
perusahaan tanpa menanggung risiko atas aktivitas yang dilakukan. Risiko atas
aktivitas kerja yang dilakukan ditanggung oleh perusahaan. Jadi, dari aspek
risiko, entrepreneur menanggung risiko yang lebih besar dibandingkan dengan intrapreneur.
|
Aspek |
Entrepreneur |
Intrapreneur |
|
Status |
Pemilik
usaha/bisnis |
Karyawan
perusahaan |
|
Wilayah
kerja |
Di luar
perusahaan |
Di dalam
perusahaan |
|
Tujuan |
Berinovasi
dan menciptakan produk baru |
Meningkatkan
kekuatan kompetitif dan pengakuan pasar |
|
Risiko |
Ditanggung
sendiri |
Ditanggung
perusahaan |
|
Pengambilan
keputusan |
Bebas |
Terbatas |
|
Orientasi
layanan |
Pelanggan |
Perusahaan |
|
Fokus
perhatian |
Meningkatkan
penjualan, keuntungan, dan kompetisi |
Mengembangkan
teknologi dan perubahan pasar |
|
Keuntungan |
Bebas
mengelola bisnis/usaha |
Bebas
memanfaatkan sumber daya perusahaan |
|
Kesalahan
dan kegagalan |
Langsung
memperbaiki kesalahan |
Tidak
langsung memperbaiki kesalahan |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar