Sabtu, 26 Maret 2022

perbedaan & ciri-ciri antara Wirausaha (Entrepreneur) dan Intrapreneur

 


Aspek status

Dari aspek status, entrepreneur adalah orang yang memulai bisnisnya sendiri dengan ide atau konsep baru. Entrepreneur bukan hanya sekadar orang yang memiliki jiwa pengusaha tetapi juga merealisasikan ide-idenya dengan membangun usahanya sendiri.

Sementara intrapreneur merupakan orang yang hanya memiliki jiwa pengusaha saja, tetapi tidak merealisasikan ide-idenya dengan membangun usaha sendiri. Seorang intrapreneur adalah karyawan pada suatu perusahaan yang mempromosikan inovasi dan memperoleh renumerasi sesuai dengan kesuksesan unit bisnis yang menjadi tanggung jawabnya.


Aspek wilayah kerja

Wilayah kerja seorang entrepreneur adalah di luar lingkup perusahaan. Artinya, entrepreneur tidak terikat dan bernaung pada perusahaan lain, tetapi pada perusahaannya sendiri.

Berbeda dengan intrapreneur yang bekerja di dalam lingkup perusahaan yang terikat dengan aturan perusahaan yang menaunginya. Seorang intrapreneur bekerja dengan keterampilan kewirausahaannya guna mendorong inovasi di perusahaan tempatnya bekerja.

Aspek tujuan

Entrepreneur dan intrapreneur berbeda dari aspek tujuan. Seorang entrepreneur bekerja dengan tujuan untuk berinovasi dan menciptakan sesuatu yang baru dari nilai sosio-ekonomi.

Lain halnya dengan intrapreneur yang bekerja dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatan kompetitif dan pengakuan pasar terhadap perusahaan tempatnya bernaung. Singkatnya, tujuan dari entrepreneur muncul dari keinginan dalam diri untuk mewujudkan usaha yang inovatif dan kompetitif, sedangkan intrapreneur hanya berusaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Aspek risiko

Dalam setiap langkah dan keputusan yang diambil berkenaan dengan upaya merealisasikan ide ke dalam bentuk suatu produk yang inovatif, entrepreneur memikul tanggung jawab dan menanggung risiko penuh atas setiap kegagalan atau kesuksesan yang dihasilkan.

 Intrapreneur bekerja menggunakan kreativitas dan keterampilan kewirausahaannya untuk menghasilkan suatu inovasi yang bermanfaat bagi perusahaan tanpa menanggung risiko atas aktivitas yang dilakukan. Risiko atas aktivitas kerja yang dilakukan ditanggung oleh perusahaan. Jadi, dari aspek risiko, entrepreneur menanggung risiko yang lebih besar dibandingkan dengan intrapreneur.

 

Aspek

Entrepreneur

Intrapreneur

Status

Pemilik usaha/bisnis

Karyawan perusahaan

Wilayah kerja

Di luar perusahaan

Di dalam perusahaan

Tujuan

Berinovasi dan menciptakan produk baru

Meningkatkan kekuatan kompetitif dan pengakuan pasar

Risiko

Ditanggung sendiri

Ditanggung perusahaan

Pengambilan keputusan

Bebas

Terbatas

Orientasi layanan

Pelanggan

Perusahaan

Fokus perhatian

Meningkatkan penjualan, keuntungan, dan kompetisi

Mengembangkan teknologi dan perubahan pasar

Keuntungan

Bebas mengelola bisnis/usaha

Bebas memanfaatkan sumber daya perusahaan

Kesalahan dan kegagalan

Langsung memperbaiki kesalahan

Tidak langsung memperbaiki kesalahan

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Usaha batik Tradisional

  Anda adalah seorang pengusaha dan pengrajin Batik yang brand produknya sudah mulai dikenal oleh masyarakat. Dewasa ini teknologi disain da...